Thursday, February 27, 2014

The Best Resort for Romantic Honeymoon

The natural beauty and the exoticism of these beaches make Bali so famous. The island became a popular honeymoon destination for local and foreign tourists. Even, there is a resort on the island designated as one of the Best Honeymoon Resorts in the World of 2014. This Predicate was given by Five Star Alliance, a top travel websites in the world.

In a release received by a site, VIVAlife, on Thursday, February 27, 2014, Le Meridien Bali Jimbaran resort is designated as one of the World's Best Honeymoons 2014. The determination was based on the opinions of a travel expert, the feedback of various travel agents, hotels and visitor and also the ratings of Editor Advisory Board. Le Meridien Bali Jimbaran located in Badung and Newly opened in May 2013. It is a resort with a beautiful view of the sea from the bedroom window. Ambience of the room was modern and chic.
 
Le Meridien Bali Jimbaran

At this five-star luxury resort, the newlyweds can participate in various fun activities. Not only covering by romantic atmosphere, they also brought a visit to the popular places in Bali and explore the native culture society.

In the list of Five Star Alliance, Le Meridien Jimbaran is the only representative of Indonesian tourism. The other is a luxury resort of various countries in the world. Among them: Mexico, USA, Maldives, and Dubai. The following is a list of the Best Honeymoon Resort in the world of 2014 based on Five Star Alience:


1. Al Maha Desert Resort and Spa, Dubai, Uni Emirat Arab
2. Amanjena, Marrakech, Maroko
3. Anse Chastanet Resort, Soufiere, St Lucia
4. Banyan Tree Lang Co, Thua Thien, Vietnam
5. Dar Al Masyaf at Madinat Jumeirah, Dubai, Uni Emirat Arab
6. Fours Seasons Resort, Bora Bora, French, Polynesia
7. Hayman Island Resort, Pulau Hayman, Australia
8. Hotel Le Toiny, St Barthelemy
9. Huvafen Fushi, Male, Maladewa
10. Inn  of the Five Grace, Santa Fe, AS
11. Jean-Michel Cousteau Fiji Island Resort, Fiji
12. Le Blanc Spa Resort, Cancun, Meksiko
13. Le Meridien Bali Jimbaran, Bali
14. Little Palm Island, AS
15. Miramonte Resort and Spa, Indian Wells, AS
16. Mystique Santorini, Yunani
17. One and Only Palmilla, San Jose Del cabo, Meksiko
18. Ponta dos Ganchos Exclusive resort, Brasil
19. Six Senses Hideaway Zighy Bay, Oman
20. St Regis Grand Rome, Italia
21. The Point, AS
22. Villa d'Este, Italia
23. Wailea Beach Villas, Maui, AS
24. Zanzibar Serena Inn, Tanzania

Source: live.viva.co.id


 

Wednesday, February 26, 2014

Istana Es, Colorado


Istana es yang terletak di Colorado dibangun oleh Brent Christensen dan timnya, dengan menggunakan 20 ribu ton es beku di atas lebih dari satu hektar tanah. Christensen pertama kali membuat Ice Castles pada 2003 di depan rumahnya di Utah. Lalu, pada 2009 dan 2010, ia membuat Ice Castles raksasa di sebuah resor lokal, yang menarik sekitar 10 ribu pengunjung.

Setiap hari bentuk istana ini berubah karena bahan dasarnya adalah air yang sangat bergantung pada suhu. Berdiri di Silverthorne, Colorado, Amerika Serikat, 'Ice Castles' ini memiliki formasi yang unik. Di dalam istana es ini, terdapat jalan, lengkungan dan terowongan yang seluruhnya terbuat dari es tanpa struktur pendukung apapun. Beberapa bagian, tingginya bahkan mencapai mencapai 9 hingga 12 meter. Pada malam hari, suasana istana ini sangat romantis dengan diterangi 200 lampu neon yang mampu menghasilkan lebih dari 350 ribu lumen cahaya.

"Setiap hari di Ice Castles adalah keunikan dan berbeda. Formasi es yang terus berkembang, tergantung pada jumlah air yang ditambahkan pada malam hari, suhu waktu malam, dan tentunya, hujan salju," pernyataan dalam situs resmi Ice Castles.

Sumber: vivanews.com




Tuesday, February 25, 2014

Musée du Louvre


Musée du Louvre terletak di Paris, Prancis, dan merupakan salah satu museum terbesar di dunia. Gedungnya merupakan bekas istana bangsawan dan dibuka sebagai museum sejak 8 November 1793. Museum ini juga paling banyak dikunjungi di dunia pada 2011. Jumlah pengunjungnya tercatat mencapai 8,8 juta orang, seperti dilansir dari nydailynews.com.

Museum Louvre merupakan 'rumah' bagi lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci serta 536 lukisan lainnya, termasuk juga berbagai karya seni rupa. Pengunjung akan masuk melalui piramida yang terletak di area halaman museum, lalu turun ke bagian lobi, baru naik ke bangunan utama Louvre.

Terdapat mitos seputar jumlah panel kaca pada piramida ini. Jumlahnya disebut-sebut sebanyak 666 buah, yang menurut mitos dikenal sebagai angka setan. Pada 2003, Dan Brown, melalui bukunya, Da Vinci Code yang kemudian difilmkan, kembali menguatkan mitos ini. Mungkin, mitos ini pula yang meningkatkan jumlah pengunjung.
Menurut  pihak dari Louvre, pengunjung museum meningkat sebesar lima persen pada 2011. Selama tiga tahun berturut-turut, sekitar 8,5 juta orang telah mengunjungi museum tersebut. Kedatangan turis mancanegara memang mencapai 66 persen dari total pengunjung. Jumlah turis dari Amerika Serikat berada di peringkat pertama, lalu diikuti Brasil, Italia, Australia dan China.

Monday, February 24, 2014

Pantai Cipatujah


Pantai Cipatujah terletak di Tasikmalaya, Indonesia, sekitar 74 km ke arah selatan dari pusat kota. Luas pantai Cipatujah sendiri sekitar 115 hektar yang tersebar di kecamatan Cipatujah sampai Cikalong. Untuk Anda yang ingin mengunjungi pantai ini, lebih baik membawa kendaraan sendiri karena lokasinya tidak banyak dijangkau kendaraan umum.

Pantai ini merupakan pantai berkarang yang kaya akan terumbu-terumbu untuk ikan-ikan bertelur dan berkembang biak serta menawarkan pasir besi yang sangat baik untuk berjemur dan melakukan aktivitas rekreasi pantai lainnya. Pantai Cipatujah sangat cocok menjadi tempat olahraga voli pantai, karena pasirnya yang putih alami. Muara sungai Cipatujah yang sangat luas juga sering dipakai pengunjung untuk memuaskan hobinya memancing.

Pantai Cipatujah juga sudah dikelola secara profesional oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Fasilitas yang ada juga sudah didesain sedemikian rupa untuk melayani pengunjung. Di sekitar pantai ini, sudah banyak warung atau kios makanan yang sudah ditata rapi. Gazebo dan panggung hiburan juga dibangun untuk kepuasan pengunjung. Tempat parkirnya pun luas. Ada banyak bertebaran tempat penginapan murah di sekitar pantai Cipatujah sehingga Anda dapat berlibur di tempat ini selama beberapa hari.

Keindahan Pantai Cipatujah terlihat dari perpaduan hamparan pantai yang landai, gelombang laut yang besar, perkebunan kelapa yang subur, serta hamparan rumput yang luas. Para peternak kerbau yang tinggal di sekitar daerah pantai kerap menggembalakan kerbaunya di padang ini dan sesekali mengadakan atraksi balap kerbau yang diiringi tabuhan pencak, rampak kendang, ditambah angklung yang banyak mengundang orang untuk menontonnya. Ini merupakan suatu pertunjukan budaya setempat yang tentunya menarik untuk disaksikan.
Pantai Cipatujah juga diapit beberapa pantai lain yang tidak kalah bagusnya. Misalnya, Pantai Sindangkerta yang terletak sekitar 4 kilometer dari Cipatujah. Bagi Anda pecinta satwa laut, wajib berkunjung ke pantai ini, karena ada banyak Penyu Hijau langka, karang laut, dan beragam ikan hias.

Laut Sindangkerta punya 20 hektar taman laut yang indah. Ketika airnya sedang surut, Anda bisa menyelam dan snorkeling melihat pemandangan bawah laut ini. Di area pantai juga tersedia saung dan area kemping. Untuk Anda umat Muslim, juga tidak perlu bingung kalau mau beribadah, karena sudah tersedia masjid yang cukup besar di sepanjang pantai ini.
Untuk Anda yang gemar berbelanja ikan, jangan lupa kunjungi pantai Pamayangsari, sekitar 4 kilometer dari pantai Sindangkerta. Pantai Pamayangsari adalah kampung nelayan Kabupaten Tasikmalaya. Anda bisa mendapatkan berbagai ikan dengan harga relatif murah. Dan di waktu-waktu tertentu, berbagai jenis burung juga sering singgah di pantai ini, menambah indahnya panorama laut.

Sunday, February 23, 2014

Situ Gede


Situ Gede merupakan sebuah danau seluas 47 Ha yang terletak di Kecamatan Mangkubumi, Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia. Lokasinya cukup dekat dengan pusat kota Tasikmalaya, sekitar 4 km. Danau ini memiliki kedalaman air antara 1, 5 s.d. 6 meter. Ditengah danau terdapat sebuah pulau dengan luas 1 Ha. Di pulau tersebut dimakamkan Eyang Prabudilaya yang legendanya berkembang di masyarakat Kota Tasikmalaya.

Objek wisata ini menyediakan fasilitas berupa gazebo, masjid, toilet, rakit, tempat memancing, taman dan camping ground. Para wisatawan dapat berjoging, memancing, menjala ikan, mengelilingi pulau dengan rakit, berziarah ke makam yang ada di pulau, atau mungkin hanya sekedar menikmati pemandangan di sekitar danau dengan nuansa pedesaan yang sejuk. Ada juga banyak warung atau kios makanan sehingga para wisatawan dapat menikmati beberapa sajian kuliner seperti ikan bakar, kelapa muda dan lainnya. Objek wisata ini juga menyediakan lahan parkir yang luas sehingga Anda bisa memarkirkan kendaraan Anda dengan leluasa. ^^


Saturday, February 22, 2014

Situ Patenggang

Situ Patenggang (Situ Patengan) merupakan salah satu object pariwisata yang berada di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Objek pariwisata ini terletak di dataran tinggi di kaki Gunung Patuha dengan ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Untuk Anda yang berada di luar daerah Bandung, Anda dapat melalui jalur pintu keluar Tol Kopo atau Buah Batu kemudian menuju ke arah selatan Bandung. Anda tidak perlu khawatir akan tersesat karena ada beberapa penunjuk jalan yang akan memandu Anda menuju Situ Patenggang atau Kawah Putih.

Saat Anda memasuki kawasan Ciwidey, Anda akan disuguhi dengan hamparan kebun teh, kebun strawberry dan pepohonan nan rindang. Mungkin karena wilayahnya yang berada di daerah pegunungan, maka Anda harus melalui jalan berkelok. Namun hal ini akan terobati dengan keindahan alam di sepanjang perjalanan dan udara sejuk yang sangat menyegarkan.

Beberapa foto pemandangan yang dapat Anda nikmati di sepanjang perjalanan menuju Situ Patenggang:

  
  
  
















Begitu Anda tiba di sana dan menginjakkan kaki di lahan parkir Situ Patenggang, sensasi dinginlah yang akan Anda rasakan pertama kali. Di sepanjang jalan menuju danau, terdapat penjual kerajinan tangan dan makanan khas atau buah-buahan. Ada juga musisi yang menembangkan lagu-lagu Sunda.

Sesampainya di danau, kita akan disambut oleh danau luas berair tenang dan pegunungan yang menjulang di sekeliling danau. Ada juga perahu yang dapat kita sewa untuk menjelajahi danau. Harganya pun relatif standar bila kita pandai menawar.

Penyewa perahu itu akan mengantarkan Anda untuk berkeliling. Air yang cukup jernih dan hembusan angin yang dingin dan sejuk akan membuat kita merasakan ketenangan dan kesegaran yang luar biasa. Ditambah lagi dengan pemandangan indah di sekitar danau. Uniknya, di tengah danau terdapat beberapa toko atau warung apung. Perahu biasanya berhenti di salah satu warung apung itu, jadi pengunjung bisa membeli makanan atau yang lalinnya.setelah dirasa cukup beristirahat di warung itu, perjalanan pun dilanjutkan.
Ternyata perahu pun berhenti di sebuah pulau di tengah danau. Ada banyak pohon rindang dan perkebunan teh. Selain itu, terdapat juga sebuah batu besar yang disebut Batu Cinta. Batu Cinta berasal dari legenda Jawa Barat. Kisah mengenai batu ini dapat Anda baca di lukisan atau papan yang berada di lokasi Batu Cinta. Konon di tempat inilah sepasang kekasih yang bernama Ki Santang dan Dewi Rengganis kembali bertemu setelah melewati perjalanan sulit dalam percintaan mereka dan terpisah. Menurut mitos masyarakat Patengan, air yang mengisi danau ini berasal dari kedua manusia tersebut. Bahkan mereka percaya, jika mengunjungi Batu Cinta bersama pasangannya, maka hubungannya akan langgeng.
Bukan hanya itu saja, ada juga sepeda air yang dapat disewa untuk sekedar berkeliling di sekkitar tepi danau. Anda juga dapat duduk sambil menikmati pemandangan di tempat-tempat yang disediakan.
Situ Patenggang benar-benar tempat yang cocok untuk melepaskan kepenatan dan menyegarkan pikiran serta badan kita. Tidak heran bila lokasi ini selalu menjadi objek wisata favorit yang sering dikunjungi.

Friday, February 21, 2014

Venesia dari Belanda

Bagi Anda yang sangat menikmati keindahan alam, desa Giethoorn sangat cocok dijadikan tujuan wisata Anda berikutnya. Sebagai desa yang memelihara alam, Giethoorn merupakan kawasan bebas polusi. Desa yang dikemal sebagai desa yang bebas dari kendaraan bermotor berlokasi di Provinsi Oveijssel Belanda

Desa ini dikepung sungai yang mengalir ke berbagai penjuru. Para penduduk mengandalkan perahu sebagai transportasi utama sehingga desa ini dijuluki sebagai 'Venesia dari Belanda' atau 'Venesia dari Utara'.

Giethoorn mulai memiliki daya tarik wisata semenjak dilakukan pengambilan gambar untuk film 'Fanfare' sekitar tahun 1958.